PARIS, 24 Mei 2026 /PRNewswire/ — Bertepatan dengan Hari Keanekaragaman Budaya Sedunia untuk Dialog dan Pembangunan yang diperingati Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 21 Mei, China General Nuclear Power Corporation (CGN) menggelar "CGN Open Day 2026" secara serentak di Prancis, Namibia, Malaysia, Laos, dan Brasil. Lebih dari 300 pelajar serta perwakilan media berkunjung ke berbagai lokasi proyek CGN untuk mengenal lebih dekat teknologi dan nilai kemanusiaan di balik energi hijau melalui kegiatan edukasi sains, seni, dan dialog.
On 21 May, China General Nuclear Power Corporation held its 2026 CGN Open Day simultaneously in France, Malaysia, Laos, Brazil and Namibia.
Di Prancis, sekitar 100 pelajar dan guru dari Collège Paul Langevin mengunjungi PLTB Viapres di wilayah Grand Est. Para insinyur CGN Europe Energy menjelaskan proses pembangkitan listrik tenaga bayu, pemeliharaan peralatan berbasis AI, serta upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Guru sains Samuel Pierson menyebut kunjungan tersebut sebagai "Edukasi energi hijau di dunia nyata bagi Generasi Z". "AI memang dapat menyediakan pengetahuan, namun tidak dapat menggantikan pengalaman mempelajari baling-baling turbin PLTB secara langsung, dan menyentuh peralatannya," ujarnya.
Di Namibia, jurnalis dari 11 media utama mengunjungi Tambang Uranium Husab, proyek investasi industri tunggal terbesar Tiongkok di Afrika sekaligus tambang uranium terbesar ketiga di dunia. Perwakilan Swakop Uranium milik CGN menjawab berbagai pertanyaan terkait investasi masyarakat, pemulihan lingkungan, dan ketahanan air sehingga konsep "pertambangan yang bertanggung jawab" dapat dilihat secara langsung di lapangan.
Sementara itu di Malaysia, mahasiswa Merlimau Polytechnic berkunjung ke EMPP, proyek pembangkit listrik berbahan bakar gas terbesar di Asia Tenggara yang dibangun CGN dan mampu memenuhi sekitar 10% kebutuhan listrik Semenanjung Malaysia. Mereka juga mempelajari ruang kendali utama dan pusat pelatihan turbin gas. Direktur pembangkit, Shiva, berbagi pengalaman tentang karier melalui sesi bertema "Universitas Mengajarkan Teori, Pembangkit Listrik Mengajarkan Tanggung Jawab". Kegiatan tersebut juga dilengkapi lokakarya pembuatan kipas marbling air khas Tiongkok sebagai sarana pertukaran budaya.
Di Laos, sekitar 20 pelajar dari Muang Xay Secondary School mengunjungi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Interkoneksi Tahap I berkapasitas 1 GW milik CGN yang baru beroperasi. Proyek tersebut merupakan PLTS terpusat dengan skala terbesar di Asia Tenggara. Para siswa menuangkan visi mereka tentang masa depan hijau pada tas ramah lingkungan, serta mengunjungi gardu penguat untuk mempelajari proses konversi sinar matahari menjadi listrik.
Di Negara Bagian Piauí, Brasil, sekitar 50 siswa mengunjungi PLTB LDB, proyek pembangkit listrik tenaga bayu greenfield pertama yang dibangun dan dikelola secara mandiri oleh CGN di Brasil. Setelah melihat deretan turbin angin, para siswa menyaksikan pertunjukan boneka bertema lingkungan yang menjelaskan peran vegetasi dalam menjaga cadangan air dan mengatur suhu.
Melalui CGN Open Day, berbagai lokasi proyek CGN menjadi ruang nyata yang memperkuat pertukaran budaya. Dengan kapasitas energi baru terpasang di luar negeri yang telah melampaui 13 GW serta pasokan listrik bersih lebih dari 370 miliar kWh ke 18 negara dan wilayah, CGN terus mendorong pembangunan hijau sekaligus memperkenalkan nilai mereknya, "Clean, Green, Nature", ke berbagai belahan dunia.










