Huawei Luncurkan Program “AHEAD”, Bangun Ekosistem Baru yang Saling Menguntungkan bagi Sektor Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SHENZHEN, Tiongkok, 10 Juni 2026 /PRNewswire/ — Huawei sukses menggelar Global Education & Healthcare Partners Convention 2026 dengan tema "Together, Enabling Intelligent-led Education & Healthcare". Lebih dari 500 pelanggan dan mitra industri di sekitar 40 negara dan wilayah berpartisipasi dalam acara yang berlangsung di Tiongkok tersebut. Di ajang tersebut, Huawei meluncurkan Alliance on Healthcare & Education AI Digitalization 2.0 atau Program "AHEAD", sebuah inisiatif untuk memperkuat sinergi industri, serta membangun ekosistem yang berkelanjutan dan bermutu tinggi di sektor pendidikan dan layanan kesehatan.

Launch of Alliance on Healthcare & Education AI Digitalization 2.0
Launch of Alliance on Healthcare & Education AI Digitalization 2.0

Transformasi Berbasis AI Mendorong Evolusi Aliansi Mitra

Dalam sambutannya, Junfeng Li (Wind), Vice President, Huawei, yang juga menjabat CEO, Global Public Sector BU, menilai bahwa dunia tengah menuju gelombang transformasi yang digerakkan kecerdasan buatan (AI). Menurut Li, sebagai fondasi pembangunan manusia yang berkelanjutan, sektor pendidikan dan kesehatan harus menempuh transformasi cerdas. Di saat yang sama, kondisi tersebut juga membuka peluang masif.

Li menegaskan komitmen Huawei untuk mencari jalur terbaik dalam transformasi cerdas di sektor pendidikan dan kesehatan. Dengan memanfaatkan AI dan berbagai teknologi mutakhir lainnya, Huawei ingin memperluas akses pendidikan bermutu dan mengoptimalkan layanan kesehatan di seluruh dunia. Peluncuran Program "AHEAD" menjadi langkah penting bagi Huawei untuk bekerja sama dengan para mitra global guna membangun komunitas industri yang siap menghadapi masa depan.

Partner Alliance 2.0 Memperkuat Kolaborasi Global dalam Enam Pilar Utama

Sebagai kelanjutan dari Alliance 1.0 yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, Partner Alliance 2.0 menghadirkan pendekatan ekosistem global yang lebih terintegrasi melalui enam pilar kolaborasi utama: pemahaman tren industri, pengembangan kapabilitas, penciptaan solusi bersama, pemasaran, berbagi peluang bisnis, serta ekspansi pasar. Seluruh pilar ini dirancang untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi pelanggan dan mitra.

Director, Partner Development Department, Global Public Sector BU Huawei, Robert Yang, memaparkan peta jalan utama dalam pengembangan aliansi tersebut. Menurutnya, Huawei ingin menggerakkan keahlian kolektif para mitra global untuk mempercepat inovasi. Melalui kerangka kolaboratif tersebut, Huawei ingin menghadirkan semakin banyak solusi inovatif yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing industri. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong lompatan besar dalam transformasi digital dan cerdas di sektor pendidikan dan layanan kesehatan.

Kesuksesan penyelenggaraan Global Education & Healthcare Partners Convention 2026 mencerminkan komitmen bersama Huawei dan para mitranya dalam mendorong kemajuan sektor pendidikan dan kesehatan. Ke depan, Huawei akan terus memperdalam kolaborasi strategis dengan para mitra untuk mengeksplorasi berbagai skenario aplikasi bernilai tinggi, mengembangkan inovasi berbasis teknologi mutakhir, serta menjawab berbagai tantangan global. Lewat langkah tersebut, Huawei dan para mitra berupaya membentuk arah baru dalam transformasi digital dan cerdas di sektor pendidikan dan layanan kesehatan pada tingkat global.

Berita Terkait

Hollyland Luncurkan Pyro 7 Ultra, Sistem Monitoring Nirkabel All-in-One untuk Kebutuhan Produksi Film Profesional
PARSOL® Shield Raih Izin FDA, dsm-firmenich Hadirkan Inovasi Baru untuk Perlindungan Kulit dari Sinar Matahari di AS
Program dukungan kesehatan mental bagi ibu hamil dan menyusui memenangkan tantangan senilai €2,6 juta untuk meningkatkan kesejahteraan para orang tua di Asia Tenggara
Zendure Perkenalkan Agentic HEMS di IFA 2026: “Pusat Energi Rumah di Era AI”
Laporan Terbaru Ungkap Sebagian Besar Keterlambatan Penanganan Stroke di Indonesia Terjadi Sebelum Pasien Tiba di Rumah Sakit yang Tepat
KONE Indonesia menetapkan standar baru di industri sebagai perusahaan pertama yang meraih Sertifikasi Green Label Platinum
Texas Cardiac Arrhythmia Institute di St. David’s Medical Center menjadi institusi pertama di AS yang berpartisipasi dalam uji coba sistem pemetaan inovatif dan ablasi medan listrik berdenyut
Sceye dan SoftBank Corp. Selesaikan Demonstrasi Konektivitas Stratosfer di Jepang, Memajukan Komersialisasi HAPS

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 13:00 WIB

Hollyland Luncurkan Pyro 7 Ultra, Sistem Monitoring Nirkabel All-in-One untuk Kebutuhan Produksi Film Profesional

Kamis, 3 September 2026 - 10:37 WIB

PARSOL® Shield Raih Izin FDA, dsm-firmenich Hadirkan Inovasi Baru untuk Perlindungan Kulit dari Sinar Matahari di AS

Kamis, 3 September 2026 - 08:00 WIB

Program dukungan kesehatan mental bagi ibu hamil dan menyusui memenangkan tantangan senilai €2,6 juta untuk meningkatkan kesejahteraan para orang tua di Asia Tenggara

Kamis, 3 September 2026 - 07:13 WIB

Zendure Perkenalkan Agentic HEMS di IFA 2026: “Pusat Energi Rumah di Era AI”

Kamis, 3 September 2026 - 03:00 WIB

KONE Indonesia menetapkan standar baru di industri sebagai perusahaan pertama yang meraih Sertifikasi Green Label Platinum

Berita Terbaru