CGTN: Tiongkok dan Pakistan Tegaskan Kemitraan Strategis, Dukung Terwujudnya Tatanan Dunia Multipolar

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEIJING, 26 Mei 2026 /PRNewswire/ — CGTN menerbitkan artikel bertepatan dengan kunjungan resmi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif ke Tiongkok yang menyoroti komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama demi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Dalam sebuah surat yang baru-baru ini dikirimkan kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping, sekelompok mahasiswa Pakistan yang berkuliah di Tianjin University menyatakan tekad mereka untuk menjadi penggerak kerja sama, jembatan pertukaran, dan penjaga persahabatan antara kedua negara.

Xi mengatakan dirinya merasa sangat gembira melihat persahabatan Tiongkok–Pakistan memiliki generasi penerus yang berdedikasi. Hal tersebut ia sampaikan saat bertemu Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Aula Rakyat Tiongkok, Beijing, pada Senin lalu.

Menurut Xi, kedua negara perlu mempercepat pembangunan komunitas Tiongkok–Pakistan dengan masa depan bersama yang lebih erat pada era baru, serta menghasilkan lebih banyak capaian dari kerja sama yang telah terjalin dalam segala situasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat kedua negara, mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan, sekaligus menjadi contoh bagi pembangunan komunitas dengan masa depan bersama di antara negara-negara bertetangga.

Persahabatan yang Kian Kokoh

Kunjungan resmi Sharif ke Tiongkok selama empat hari berlangsung tidak lama setelah peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang terjalin sejak 21 Mei 1951.

Menurut Xi, selama 75 tahun terakhir, "Tiongkok dan Pakistan terus membangun hubungan yang dilandasi sikap saling memahami, saling percaya, dan saling mendukung, serta berhasil menjalin persahabatan tradisional yang kuat dan tidak tergoyahkan."

Seperti yang disampaikan Xi, sikap saling percaya dan kerja sama praktis yang erat telah berkontribusi besar terhadap pembangunan kedua negara.

Xi juga menegaskan bahwa segala perubahan yang terjadi dalam dinamika internasional, Tiongkok akan tetap menempatkan hubungan dengan Pakistan sebagai prioritas dalam diplomasi kawasan.

Untuk itu, ia mendorong kedua negara agar mempercepat pelaksanaan proyek-proyek unggulan, sekaligus memperluas program kesejahteraan masyarakat berskala kecil namun berdampak nyata. Di sisi lain, kerja sama dalam bidang pertanian, industri, kecerdasan buatan (AI), dan pengembangan talenta juga diharapkan semakin diperkuat.

Hubungan ekonomi kedua negara terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan Tiongkok, Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Pakistan selama 11 tahun berturut-turut. Tiongkok juga merupakan sumber impor terbesar Pakistan, tujuan ekspor terbesar kedua, serta sumber investor asing langsung terbesar bagi negara tersebut.

Sebagai proyek unggulan dalam prakarsa Belt and Road Initiative (BRI), Koridor Ekonomi Tiongkok–Pakistan (CPEC) kini memasuki fase 2.0 yang berfokus pada lima pilar utama, yakni pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, inovasi, pembangunan hijau, dan keterbukaan. Hingga kini, proyek tersebut telah menarik investasi lebih dari US$25,9 miliar ke Pakistan dan menciptakan sekitar 260.000 lapangan kerja.

Sharif mengatakan, Pakistan akan terus memperdalam kerja sama BRI dengan Tiongkok dan mempercepat pengembangan CPEC agar hubungan kedua negara semakin bertumbuh dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menyebut persahabatan yang dibangun oleh generasi pemimpin terdahulu sebagai hubungan yang "sangat kokoh dan tak tertandingi".

Mendorong Tatanan Dunia Multipolar

Di luar hubungan bilateral, kerja sama Tiongkok dan Pakistan juga berperan penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan global yang tengah menghadapi berbagai tantangan.

Dalam pertemuan tersebut, Xi menyampaikan apresiasi kepada Pakistan atas peran aktifnya dalam mendukung upaya pemulihan perdamaian di Timur Tengah. Sementara itu, Sharif mengapresiasi dukungan Tiongkok terhadap peran mediasi Pakistan dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada bulan lalu, Xi mengajukan empat usulan untuk mendorong perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Usulan tersebut mencakup komitmen terhadap prinsip hidup berdampingan secara damai, penghormatan terhadap kedaulatan negara, penegakan hukum internasional, serta keseimbangan antara pembangunan dan keamanan.

Sharif menilai empat usulan tersebut dapat menjadi kerangka penting untuk mewujudkan perdamaian di kawasan.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Xi juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama keamanan dalam berbagai bidang dan menjaga stabilitas kawasan.

Selain itu, kedua negara diharapkan terus menjaga komunikasi dan koordinasi yang erat, menolak unilateralisme serta pola pikir Perang Dingin, dan bekerja sama mendorong terbentuknya tatanan dunia multipolar yang lebih setara dan teratur, serta globalisasi ekonomi yang inklusif dan bermanfaat bagi semua pihak.

Dalam wawancara dengan China Media Group, Duta Besar Tiongkok untuk Pakistan, Jiang Zaidong, mengatakan bahwa hubungan yang semakin erat antara kedua negara berfungsi sebagai "jangkar" bagi perdamaian dan stabilitas kawasan sekaligus "tembok pelindung" bagi keadilan dan kesetaraan internasional.

Menurut Jiang, di tengah dampak konflik Amerika Serikat–Israel–Iran yang semakin meluas, serta tekanan terhadap perekonomian global dan kawasan, Tiongkok dan Pakistan terus berdiri bersama untuk memperkuat suara perdamaian dan keadilan, sekaligus aktif berkolaborasi dalam berbagai upaya mediasi yang bersifat praktis.

https://news.cgtn.com/news/2026-05-25/China-and-Pakistan-reaffirm-ties-vow-to-advance-multipolar-world-1Nrm01Bnnd6/p.html

Berita Terkait

Hollyland Luncurkan Pyro 7 Ultra, Sistem Monitoring Nirkabel All-in-One untuk Kebutuhan Produksi Film Profesional
PARSOL® Shield Raih Izin FDA, dsm-firmenich Hadirkan Inovasi Baru untuk Perlindungan Kulit dari Sinar Matahari di AS
Program dukungan kesehatan mental bagi ibu hamil dan menyusui memenangkan tantangan senilai €2,6 juta untuk meningkatkan kesejahteraan para orang tua di Asia Tenggara
Zendure Perkenalkan Agentic HEMS di IFA 2026: “Pusat Energi Rumah di Era AI”
Laporan Terbaru Ungkap Sebagian Besar Keterlambatan Penanganan Stroke di Indonesia Terjadi Sebelum Pasien Tiba di Rumah Sakit yang Tepat
KONE Indonesia menetapkan standar baru di industri sebagai perusahaan pertama yang meraih Sertifikasi Green Label Platinum
Texas Cardiac Arrhythmia Institute di St. David’s Medical Center menjadi institusi pertama di AS yang berpartisipasi dalam uji coba sistem pemetaan inovatif dan ablasi medan listrik berdenyut
Sceye dan SoftBank Corp. Selesaikan Demonstrasi Konektivitas Stratosfer di Jepang, Memajukan Komersialisasi HAPS

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 13:00 WIB

Hollyland Luncurkan Pyro 7 Ultra, Sistem Monitoring Nirkabel All-in-One untuk Kebutuhan Produksi Film Profesional

Kamis, 3 September 2026 - 10:37 WIB

PARSOL® Shield Raih Izin FDA, dsm-firmenich Hadirkan Inovasi Baru untuk Perlindungan Kulit dari Sinar Matahari di AS

Kamis, 3 September 2026 - 08:00 WIB

Program dukungan kesehatan mental bagi ibu hamil dan menyusui memenangkan tantangan senilai €2,6 juta untuk meningkatkan kesejahteraan para orang tua di Asia Tenggara

Kamis, 3 September 2026 - 07:13 WIB

Zendure Perkenalkan Agentic HEMS di IFA 2026: “Pusat Energi Rumah di Era AI”

Kamis, 3 September 2026 - 03:00 WIB

KONE Indonesia menetapkan standar baru di industri sebagai perusahaan pertama yang meraih Sertifikasi Green Label Platinum

Berita Terbaru