Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, Shanghai Electric Perkuat Praktik Ramah Lingkungan di Berbagai Proyek Lokal

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SHANGHAI, 24 Mei 2026 /PRNewswire/ — Bertepatan dengan Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia yang jatuh pada 22 Mei, Shanghai Electric (SEHK: 02727, SSE: 601727) menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui sejumlah praktik ramah lingkungan di berbagai proyek dan fasilitas produksinya. Lewat langkah, Shanghai Electric membuktikan bahwa aktivitas industri tetap berjalan tanpa mengabaikan kelestarian alam dan keanekaragaman hayati.

jwplayer.key=”3Fznr2BGJZtpwZmA+81lm048ks6+0NjLXyDdsO2YkfE=”

 

jwplayer(‘myplayer1’).setup({file: ‘https://mma.prnasia.com/media2/2986061/Shanghai_Electric.mp4’, image: ‘https://mma.prnasia.com/media2/2986061/Shanghai_Electric.mp4?p=medium’, autostart:’false’, stretching : ‘uniform’, width: ‘512’, height: ‘288’});

Tema tahun ini, "Acting locally for global impact", menekankan pentingnya menerjemahkan komitmen keberlanjutan global menjadi aksi nyata di tingkat lokal. Bagi sektor industri, pelestarian keanekaragaman hayati berawal dari langkah praktis di tingkat proyek dan aktivitas operasional, mulai dari penggunaan energi bersih hingga penguatan tata kelola lingkungan. Berbagai proyek Shanghai Electric di Tiongkok dan Malaysia mencerminkan implementasi dari pendekatan tersebut di lingkungan operasional yang berbeda.

Salah satu contohnya terlihat pada Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Mianchuan, pulau nol karbon (Zero-Carbon Island) pertama di Daerah Aliran Sungai Yangtze yang memanfaatkan energi terbarukan dalam skala besar. Pada Mei 2025, proyek tersebut resmi terhubung dengan jaringan listrik dan mulai beroperasi secara komersial pada September 2025.

Turbin tersebut dipadukan dengan sistem penyimpanan energi dan panel surya untuk membentuk jaringan listrik mikro berbasis energi bersih. Setiap tahun, PLTB ini mampu menghasilkan 244 juta kWh listrik untuk 32.000 penduduk sekaligus menyalurkan lebih dari 200 juta kWh listrik hijau ke wilayah di luar pulau. Proyek tersebut juga menghemat 96.000 ton batu bara standar dan mengurangi emisi karbon dioksida hingga 240.000 ton per tahun. Selain menciptakan 500 lapangan kerja lokal, proyek ini menghasilkan nilai output tahunan sebesar RMB 200 juta dan kontribusi pajak serta keuntungan mencapai RMB 15 juta atau sekitar USD 2,2 juta.

Turbin ini dirancang khusus untuk kondisi angin berkecepatan rendah dan medan pulau yang kompleks. Dengan demikian, turbin ini mendukung sistem terpadu "tenaga bayu-surya-penyimpanan energi". Model tersebut dinilai dapat direplikasi untuk transformasi nol karbon di berbagai pulau di kawasan Sungai Yangtze sekaligus mengatasi ketergantungan pada satu sumber listrik tanpa mengganggu ekosistem dan keanekaragaman hayati setempat.

Di Sarawak, Malaysia, Shanghai Electric juga menyelesaikan pembangunan jalur transmisi Similajau Bunut bertegangan 500 kV sepanjang 106 kilometer. Proyek ini menjadi contoh bagaimana pembangunan infrastruktur dapat dilakukan dengan mempertimbangkan ekosistem dan masyarakat lokal.

Selama proyek berlangsung, Shanghai Electric menerapkan sistem manajemen HSSE (Health, Safety, Security and Environment) secara menyeluruh dan mencatat nihil insiden yang menyangkut tanggung jawab lingkungan hidup maupun konflik besar dengan masyarakat. Proyek tersebut juga mencapai tingkat kepatuhan 100% dalam pengelolaan limbah dan pembuangan air limbah tanpa insiden pencemaran, kematian satwa liar, maupun kerusakan ekosistem sekitar.

Ke depan, Shanghai Electric akan terus menerapkan praktik hijau di wilayah lokal melalui berbagai proyek dan aktivitas operasionalnya guna mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus membantu industri mengurangi jejak lingkungan. Informasi selengkapnya tersedia lewat video berikut.

 

Berita Terkait

Hollyland Luncurkan Pyro 7 Ultra, Sistem Monitoring Nirkabel All-in-One untuk Kebutuhan Produksi Film Profesional
PARSOL® Shield Raih Izin FDA, dsm-firmenich Hadirkan Inovasi Baru untuk Perlindungan Kulit dari Sinar Matahari di AS
Program dukungan kesehatan mental bagi ibu hamil dan menyusui memenangkan tantangan senilai €2,6 juta untuk meningkatkan kesejahteraan para orang tua di Asia Tenggara
Zendure Perkenalkan Agentic HEMS di IFA 2026: “Pusat Energi Rumah di Era AI”
Laporan Terbaru Ungkap Sebagian Besar Keterlambatan Penanganan Stroke di Indonesia Terjadi Sebelum Pasien Tiba di Rumah Sakit yang Tepat
KONE Indonesia menetapkan standar baru di industri sebagai perusahaan pertama yang meraih Sertifikasi Green Label Platinum
Texas Cardiac Arrhythmia Institute di St. David’s Medical Center menjadi institusi pertama di AS yang berpartisipasi dalam uji coba sistem pemetaan inovatif dan ablasi medan listrik berdenyut
Sceye dan SoftBank Corp. Selesaikan Demonstrasi Konektivitas Stratosfer di Jepang, Memajukan Komersialisasi HAPS

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 13:00 WIB

Hollyland Luncurkan Pyro 7 Ultra, Sistem Monitoring Nirkabel All-in-One untuk Kebutuhan Produksi Film Profesional

Kamis, 3 September 2026 - 10:37 WIB

PARSOL® Shield Raih Izin FDA, dsm-firmenich Hadirkan Inovasi Baru untuk Perlindungan Kulit dari Sinar Matahari di AS

Kamis, 3 September 2026 - 08:00 WIB

Program dukungan kesehatan mental bagi ibu hamil dan menyusui memenangkan tantangan senilai €2,6 juta untuk meningkatkan kesejahteraan para orang tua di Asia Tenggara

Kamis, 3 September 2026 - 07:13 WIB

Zendure Perkenalkan Agentic HEMS di IFA 2026: “Pusat Energi Rumah di Era AI”

Kamis, 3 September 2026 - 03:00 WIB

KONE Indonesia menetapkan standar baru di industri sebagai perusahaan pertama yang meraih Sertifikasi Green Label Platinum

Berita Terbaru