Program Executive MBA di SMU Tembus Peringkat 50 Besar Dunia dalam Daftar yang Dirilis Financial Times

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 15 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selain naik sembilan peringkat ke posisi ke-46 dunia, program ini juga menempati peringkat kesembilan global dalam kategori pengalaman pembelajaran internasional.

SINGAPURA, 15 Oktober 2026 /PRNewswire/ — Program Executive Master of Business Administration (EMBA) Singapore Management University (SMU) menembus jajaran 50 program MBA terbaik di dunia dalam Financial Times (FT) Executive MBA Ranking 2026. Program ini naik sembilan peringkat dari posisi terakhirnya pada 2024 dan kini menempati peringkat ke-46 dunia.

SMU Lee Kong Chian School of Business
SMU Lee Kong Chian School of Business

Peningkatan terbesar program EMBA SMU tercatat dalam kategori Pengalaman Pembelajaran Internasional[1] dan Pengembangan Karier[2]. Dalam kategori Pengalaman Pembelajaran Internasional, program EMBA SMU naik 18 peringkat ke posisi kesembilan dunia, hasil terbaik yang pernah dicapai program tersebut. Sementara itu, dalam kategori Pengembangan Karier, SMU naik 27 peringkat ke posisi ke-42 dunia sehingga kembali menjadi pencapaian tertinggi program ini.

Pengalaman Internasional dan Pengembangan Karier

Hasil pemeringkatan ini memperkuat posisi EMBA SMU sebagai program yang memberi kesempatan kepada para eksekutif senior untuk memperluas wawasan mengenai berbagai pasar dan iklim bisnis, serta mendukung perkembangan mereka sebagai pemimpin.

Posisi SMU dalam jajaran 10 besar dunia dalam kategori Pengalaman Pembelajaran Internasional mencerminkan fokus program tersebut pada pembelajaran lintasnegara dan kesempatan bagi peserta untuk memahami dinamika bisnis di luar Singapura secara praktis. Pengalaman tersebut mencakup tiga pusat ekonomi utama dunia, yakni Amerika Serikat, Tiongkok, dan Eropa.

Kenaikan peringkat EMBA SMU dalam kategori Pengembangan Karier juga mencerminkan karier alumni setelah menyelesaikan program EMBA. Banyak di antara mereka yang kemudian menempati posisi lebih senior, baik di perusahaan tempat mereka sebelumnya bekerja maupun di perusahaan lain.

Alumni juga memberikan penilaian yang lebih positif terhadap jaringan EMBA dalam hal peluang karier, rekrutmen, kewirausahaan, serta akses ke berbagai acara. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya jaringan EMBA sebagai ekosistem yang mendukung para pemimpin untuk mengembangkan karier di berbagai industri dan organisasi.

Dr. Ang Ser Keng, Direktur Akademik EMBA di Lee Kong Chian School of Business, SMU, mengatakan, "Kami melihat peningkatan peringkat EMBA SMU dalam kategori Pengembangan Karier dan Pengalaman Pembelajaran Internasional sebagai perkembangan yang sangat positif. Hasil ini mencerminkan dua hal penting bagi para eksekutif berpengalaman: terus mengasah kemampuan kepemimpinan serta memperluas perspektif agar dapat menjalankan peran secara efektif di berbagai pasar."

"Para pemimpin senior saat ini perlu memahami bagaimana bisnis berjalan di berbagai pasar, budaya, dan kondisi ekonomi. Program EMBA SMU memperluas wawasan peserta melalui pengalaman belajar di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Mereka dapat mengenal berbagai ekosistem bisnis, bertukar perspektif dengan para pemimpin dan perusahaan di berbagai pasar, serta menerapkan wawasan tersebut dalam peran kepemimpinan masing-masing. Pengalaman lintasnegara ini, ditambah dengan beragam pengalaman dan perspektif rekan-rekan di kelas, menjadi bagian penting dari upaya kami untuk membekali para eksekutif agar mampu memimpin dunia bisnis yang semakin terhubung."

Pemeringkatan FT Executive MBA menggunakan data dari sekolah bisnis dan para alumninya. Penilaian mencakup berbagai indikator, antara lain hasil karier, kemajemukan, pengalaman internasional, riset, serta aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Dalam pemeringkatan 2026, data dari alumni menyumbang 52% dari total penilaian, sementara data yang diberikan program ilmu bisnis menyumbang 48%.

EMBA SMU merupakan bagian dari Lee Kong Chian School of Business (LKCSB). Program ini mengembangkan potensi kepemimpinan para eksekutif senior, didukung pengalaman belajar yang memperluas wawasan global sekaligus mempersiapkan peserta menghadapi dunia bisnis yang semakin kompleks dan dinamis.

Program ini menggunakan format modular yang disesuaikan dengan kebutuhan eksekutif senior. Kegiatan belajar berlangsung dalam sesi intensif yang menggabungkan pembelajaran tatap muka, program pendalaman internasional, dan proyek berbasis pengalaman. Format tersebut memberikan fleksibilitas bagi peserta dalam mengikuti program dan memperkuat pengalaman belajar. EMBA SMU ditujukan untuk eksekutif jenjang menengah hingga senior yang telah memiliki banyak pengalaman profesional, rata-rata sekitar 20 tahun. Sebagian besar peserta juga telah memegang posisi kepemimpinan atau peran strategis di perusahaan masing-masing.

Tentang Singapore Management University (SMU)

Didirikan pada 2000, Singapore Management University (SMU) memiliki riset multidisiplin berdampak luas yang mengaitkan isu-isu Asia dengan relevansi global, serta pendekatan pendidikan yang interaktif, kolaboratif, dan berbasis proyek. Lebih dari 13.000 mahasiswa terdaftar di enam fakultas dan dua akademi SMU, mencakup program sarjana, magister, dan PhD Ilmu Akuntansi, Bisnis, Ekonomi, Sistem Informasi, Studi Integratif, Hukum, dan Sosial, serta program pengembangan eksekutif dan pendidikan berkelanjutan. Lulusan SMU secara konsisten termasuk dalam kelompok dengan tingkat penyerapan kerja tertinggi di Singapura dan mencatat salah satu rata-rata gaji awal tertinggi. Berlokasi di pusat kota, SMU juga membangun hubungan strategis dengan dunia usaha, pemerintah, dan komunitas di Singapura serta berbagai negara. www.smu.edu.sg

[1] Peringkat Pengalaman Pembelajaran Internasional dihitung berdasarkan persentase waktu belajar yang dijalani mahasiswa di luar kelas untuk angkatan yang baru lulus. Hal tersebut mencakup kegiatan belajar secara tatap muka, virtual, maupun campuran.

[2] Pengembangan Karier dihitung berdasarkan perubahan tingkat senioritas serta skala perusahaan atau organisasi tempat alumni bekerja saat ini dibandingkan dengan sebelum mereka mengikuti program EMBA.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Berita Terkait

Xinhua Silk Road: Forum di Jakarta Perkuat Kerja Sama Perpajakan antara Negara-Negara “Belt and Road”
Satu Perjalanan, Dua Pengalaman: Berobat Dan Berwisata Di Selangor
3C Bergabung dengan Datalec untuk Membentuk Platform Layanan Pendinginan Cair dan Layanan Pusat Data dengan Pendapatan Lebih dari US$400 Juta
Pemilik Rumah di Indonesia Kini Dapat Mengonfigurasi Homelift Otis dan Mendapatkan Estimasi Harga Secara Online
Net5.5G Intelligent IP Network Summit Soroti Pentingnya Jaringan IP yang Aman dan Tangguh untuk Mendorong Pertumbuhan di Era AI
Grup Perhotelan Uzbekistan TEG Rampungkan Penggabungan Usaha di AS
Semangat Guan Gong Satukan Generasi Muda di Berbagai Negara
NTL HEALTHCARE Luncurkan Solusi AI On-Premises “CerviCARE® AI AT” secara Global

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Xinhua Silk Road: Forum di Jakarta Perkuat Kerja Sama Perpajakan antara Negara-Negara “Belt and Road”

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Satu Perjalanan, Dua Pengalaman: Berobat Dan Berwisata Di Selangor

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:56 WIB

3C Bergabung dengan Datalec untuk Membentuk Platform Layanan Pendinginan Cair dan Layanan Pusat Data dengan Pendapatan Lebih dari US$400 Juta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:59 WIB

Pemilik Rumah di Indonesia Kini Dapat Mengonfigurasi Homelift Otis dan Mendapatkan Estimasi Harga Secara Online

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:58 WIB

Net5.5G Intelligent IP Network Summit Soroti Pentingnya Jaringan IP yang Aman dan Tangguh untuk Mendorong Pertumbuhan di Era AI

Berita Terbaru