Ketika Negara Bertaruh Rp9.300 Triliun: Infrastruktur atau Ilusi Pembangunan Tanpa Fondasi Kuat?

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 13 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani. (Dok. bkpm.go.id)

Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani. (Dok. bkpm.go.id)

JAKARTA – Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan potensi anggaran pembangunan infrastruktur Indonesia.

Anggaran tersebut akan mencapai US$644 miliar atau sekitar Rp9.300 triliun menerusi International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta.

Dana itu berasal dari tiga pilar, yakni 40 persen penerbitan pemerintah pusat dan daerah, 30 persen kontribusi sektor swasta, dan sisanya oleh BUMN melalui Danantara .

Sumber Dana Infrastruktur Indonesia #

Porsi pendanaan berasal dari pemerintah pusat dan daerah sebesar US$257,6 miliar; sektor swasta US$193,2 miliar; serta BUMN melalui Danantara US$193,2 miliar.

Rosan menyampaikan, “sekitar 40 persen akan dibiaya pemerintah pusat dan daerah, 30 persen dari sektor swasta, lalu sisanya dari BUMN” .

Model pembiayaan ini diharapkan mendorong pembiayaan campuran dan efisiensi rantai investasi.

Reformasi Izin Terintegrasi

Rosan menegaskan percepatan deregulasi perizinan menjadi prioritas, dengan integrasi sistem lintas kementerian.

Saat ini enam kementerian sudah bergabung dalam sistem perizinan terintegrasi; ditargetkan 12 kementerian lain menyusul.

Tujuannya memberikan kejelasan perizinan dan meningkatkan kepastian hukum serta pengalaman positif investor.

Usaha ini akan menjadikan Indonesia semakin kompetitif di mata investor domestik dan asing.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Omnibus Law dan Sustainanable Investment

Dia menilai Undang‑Undang Omnibus Law 2021 menjadi fondasi deregulasi, namun perlu reformasi lanjutan.

Rencana pengembangan sektor digital dan data center disebutnya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi digital dari US$130 miliar menjadi US$360 miliar sebelum 2030.

Dorongan ini dibarengi komitmen investasi keberlanjutan dan penciptaan lapangan kerja produktif.

Tantangan dan Peluang Pendanaan Swasta

Porsi swasta 30% diyakini mendorong efisiensi dan inovasi, apabila regulasi dan insentif memadai.

Namun, risiko terkait kepastian politik, perubahan kebijakan, dan konflik lahan harus segera diantisipasi.

Bank Dunia dan BI menyebut stabilitas makro dan kejelasan regulasi sebagai kunci peningkatan minat investasi asing.

Dampak Positif pada Perekonomian

Rosan menegaskan bahwa investasi infrastruktur tidak boleh hanya menjadi angka tetapi diwujudkan dalam proyek konkret.

Proyek itu akan mendorong multiplier effect—penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas desa, dan konektivitas wilayah.

Evaluasi dampak secara real time melalui data center, perizinan elektronik dan monitoring berbasis GIS perlu segera direalisasi.

Perspektif Pengamat Ekonomi

Menurut pakar infrastruktur dari LPEM UI, peningkatan alokasi ini sangat tepat karena kondisi backlog jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan masih tinggi.

Namun, dia mengingatkan agar pemerintah memperkuat manajemen risiko dan struktur keuangan untuk meminimalkan pembengkakan biaya proyek.

Anggota DPR menyambut baik inisiasi ini, tetapi meminta kejelasan timeline dan transparansi proses tender.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Kengpo.com dan Infoesdm.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Halloidn.com dan Teksnews.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Apakabarjabar.com dan Hallosurabaya.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Perkuat Akses Media Indonesia melalui 175 Portal Berita Nasional
Bank BUMN Kebanjiran Dana, Rosan: Momentum Dorong Velocity of Money 41%
Dari LPS ke Kemenkeu, Purbaya Yudhi Sadewa Siap Menjawab Tantangan Fiskal
APBN 2025 Defisit Rendah, Burden Sharing Jadi Jurus Baru Kemenkeu dan BI
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Optimisme Airlangga: Pertumbuhan Dan Konsumsi Jadi Penopang Ekonomi
Era Baru Komunikasi Digital Perusahaan Dengan Galeri Foto Pers
Press Release Berbayar: Cara Praktis Memastikan Pesan Perusahaan Sampai ke Publik

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 15:50 WIB

Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Perkuat Akses Media Indonesia melalui 175 Portal Berita Nasional

Rabu, 17 September 2025 - 09:36 WIB

Bank BUMN Kebanjiran Dana, Rosan: Momentum Dorong Velocity of Money 41%

Selasa, 9 September 2025 - 07:39 WIB

Dari LPS ke Kemenkeu, Purbaya Yudhi Sadewa Siap Menjawab Tantangan Fiskal

Selasa, 9 September 2025 - 07:02 WIB

APBN 2025 Defisit Rendah, Burden Sharing Jadi Jurus Baru Kemenkeu dan BI

Sabtu, 6 September 2025 - 05:49 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru