Di Tengah Perlambatan Ekonomi Global, Kinerja Perekonomian Indonesia Tahun 2023 Tetap Tumbuh Kuat

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 9 Februari 2024 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Facebook.com/@Sri Mulyani Indrawati)

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Facebook.com/@Sri Mulyani Indrawati)

INFOTELKO.COM – Perekonomian Indonesia menunjukan kinerja positif dengan tumbuh kuat dan stabil meski berada dalam situasi ekonomi global yang melambat dan penuh ketidakpastian.

Secara keseluruhan, perekonomian di tahun 2023 mencatatkan pertumbuhan yang kuat di kisaran 5,05 persen.

Namun tidak hanya kuat, pertumbuhan ekonomi juga berkualitas, ditunjukkan dengan menurunnya tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Hal ini tentu tidak lepas dari peran APBN sebagai shock absorber dalam menjaga daya beli masyarakat dan tingkat inflasi yang terkendali.

Pemerintah merespons tanda-tanda perlambatan ekonomi sebagai dampak dari pelemahan global melalui paket kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan hal tersebut sebagaimana dilansir laman resmi Kemenkeu.

Baca artikel lainnya di sini : Presiden Jokowi Tegaskan agar Seluruh ASN, Anggota TNI dan Polri, hingga BIN Jaga Netralitas Pemilu

“Alhamdulillah meski tahun 2023 pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan melambat signifikan, ekonomi Indonesia mencatatkan konsistensi tren pertumbuhan yang sangat baik.”

“Ditopang oleh aktivitas permintaan domestik yang masih kuat, khususnya aktivitas konsumsi dan investasi”, ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Lihat juga konten video di sini : Diremehkan, Prabowo Sebut Program Makan Siang Siswa di Sekolah akan Buat Anak Indonesia Kuat dan Cerdas

Sepanjang tahun 2023, konsumsi masyarakat sebagai kontributor utama perekonomian juga tumbuh sebesar 4,82 persen.

Dan pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) pada triwulan IV-2023 tumbuh positif sebesar 2,81 persen setelah sempat terkontraksi pada triwulan sebelumnya.

Dengan demikian, konsumsi Pemerintah sepanjang tahun 2023 tumbuh sebesar 2,95 persen.

Sementara, pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tercatat sebesar 4,4 persen secara tahunan, atau menguat dibandingkan tahun sebelumnya.

Percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional, aktivitas belanja modal Pemerintah, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sektor swasta turut andil menjaga kinerja positif investasi.

Selain itu, Kondisi infrastruktur yang semakin meningkat, kinerja ekonomi makro yang sangat baik, serta stabilitas sosial politik yang terjaga menjadi faktor utama menjaga keyakinan pelaku usaha untuk berinvestasi.

Selanjutnya, ekspor riil pada triwulan IV-2023 tumbuh positif di angka 1,64 persen dan 1,32 persen secara tahunan, didorong oleh meningkatnya ekspor barang migas dan jasa serta peningkatan jumlah wisman.

Volume ekspor nonmigas, ekspor kendaraan dan bahan bakar mineral juga turut tumbuh disepanjang tahun 2023.

Di sisi lain, impor barang pada triwulan IV-2023 masih terkontraksi sebesar 1,65 persen secara tahunan.

Dari sisi produksi, pertumbuhan positif juga tercatat di seluruh sektor lapangan usaha baik di triwulan IV-2023 maupun di sepanjang tahun 2023.

Kontributor terbesar dari pertumbuhan tersebut adalah sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, dan pertambangan.

Sementara, peningkatan mobilitas masyarakat juga telah mendorong pertumbuhan sektor transportasi sepanjang tahun 2023.

Sejalan dengan itu, sektor akomodasi dan makan minum juga tumbuh positif sebesar 10,01 persen secara tahunan.

Penyelenggaraan berbagai event baik level nasional maupun internasional mendorong daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata.

Peningkatan mobilitas juga dipengaruhi oleh musim liburan nataru dan persiapan penyelenggaraan pemilu.

Secara spasial, meskipun seluruh wilayah mencatatkan pertumbuhan positif.

Namun wilayah berbasis hilirisasi masih terus mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional.

Seperti Sulawesi, wilayah Maluku dan Papua tumbuh tinggi masing–masing sebesar 6,37 persen dan 6,94 persen, didorong oleh produk-produk hilirisasi mineral.

Hal serupa juga terjadi di Wilayah Kalimantan, Jawa dan Sumatra.

Dengan begitu, Pemerintah tetap akan terus memantau risiko perlambatan perekonomian dunia yang diperkirakan masih berlanjut pada 2024.

Dalam laporan WEO edisi Januari 2024, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,1 persen pada 2023 dan 2024.

Dari sisi domestik, inflasi yang diperkirakan relatif stabil, akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan 2024.

Hal itu dampak dari penyelenggaraan Pemilu 2024 terhadap konsumsi mayarakat maupun konsumsi Pemerintah, serta kebijakan sektor perumahan yang sudah digulirkan Pemerintah pada triwulan IV-2023.

Berdasarkan dinamika global dan potensi perekonomian domestik tersebut, perekonomian Indonesia diperkirakan masih tumbuh kuat pada 2024, sebesar 5,2 persen.

Sejalan dengan hal tersebut, APBN 2024 berperan untuk meredam gejolak eksternal dan diarahkan untuk mempercepat transformasi ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.***

Artikel di atas juga sudah dìterbitkan di portal berita ekonomi Bisnisnews.com

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Ekonominews.com dan Hallokaltim.com.***

Berita Terkait

Targetkan Pertumbuhan Kredit Double Digit, Prospek Saham BBRI Diramal Cerah
Menyikapi Kenaikan Harga Beras, Badan Pangan Ungkap 3 Program Utama Sebagai Bentuk Intervensi Pasar
Sampai dengan Februari 2024, Pupuk Indonesia Gelar Program Gebyar Diskon Pupuk di Berbagai Kota/Kabupaten
Indonesia Menjadi Salah Satu Negara dengan Inflasi Rendah pada 2023, Ini Penjelasan Airlangga Hartarto
Petani Sawit Lapor ke Airlangga Soal Status Lahan, Sudah Lebih 30 Tahun Dikelola Tapi Masuk Kawasan Hutan
Iman Rachman: Komunikasi Harmonis Kunci Keberhasilan PROPAMI dan BEI
UNSADA Gelar FGD Energi Terbarukan, dari Solusi Hambatan Birokrasi hingga Dukungan untuk Ketahanan Energi
Soal Kenaikan Pajak Hiburan, Sandiaga Uno: Mungkin Ada Pajak 40 Persen tapi Ada Insentif Lainnya
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:27 WIB

Momen Prabowo Subianto Mampir Makan Bakso di Cimahi, Nyanyi Bareng dan Disambut Riuh Warga

Sabtu, 2 Maret 2024 - 08:34 WIB

Minta Anak-anak Muda Jadilah Pemimpin yang Cinta Rakyat, Prabowo Subianto Hadiri Wisuda UKRI

Senin, 26 Februari 2024 - 11:53 WIB

Inilah Profil Dirgayuza Setiawan yang Dikabarkan akan Menjadi Wakil Menteri BUMN di Kabinet Prabowo – Gibran

Selasa, 20 Februari 2024 - 15:45 WIB

Berdasarkan Poster Viral, Ini Daftar Lengkap Susunan Kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka

Selasa, 13 Februari 2024 - 12:51 WIB

VIDEO – Prabowo Sebut Indonesia Harus Kejar Ketertinggalan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Bidang STEM

Senin, 12 Februari 2024 - 15:10 WIB

Komisi Pemilihan Umum Tanggapi Viralnya Hasil Pemungutan Suara Pemilu 2024 Luar Negeri di Media Sosial

Senin, 5 Februari 2024 - 22:41 WIB

Meningkatkan Daya Saing: Kadin dan BNSP Jajaki Kerjasama Sertifikasi Kompetensi

Sabtu, 3 Februari 2024 - 10:04 WIB

Ahok Ungkap Alasan Dirinya Mengundurkan Diri Sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero)

Berita Terbaru