Laporan Terbaru Huawei Paparkan 10 Arah Utama Menuju “Intelligent World 2035”

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SHENZHEN, Tiongkok, 17 September 2026 /PRNewswire/ — Huawei merilis dua laporan riset terbaru dalam acara peluncuran daring (online launch) laporan edisi "Intelligent World" bertema "Act Today. Shape Tomorrow." Kedua laporan tersebut adalah "Intelligent World 2035: Turning Vision into Action" dan "Global Digitalization and Intelligence Index 2026". Melanjutkan pemetaan tren pada 2024 dan 10 tren besar yang teridentifikasi pada 2025, laporan "Intelligent World 2035: Turning Vision into Action" untuk pertama kalinya merumuskan 10 arah utama untuk membangun dunia cerdas (intelligent world). Laporan ini membahas berbagai tantangan utama pada era agentic AI sekaligus menawarkan peta jalan yang dapat ditindaklanjuti industri.

Menurut laporan tersebut, sejalan dengan peran AI yang kini beralih dari dunia digital ke dunia fisik, teknologi ini tak lagi sekadar menjadi alat yang berdiri sendiri. AI mulai merambah proses inti operasional dan kehidupan masyarakat, merombak cara kerja industri, serta mempercepat transformasi di berbagai sektor.

Huawei releases Intelligent World 2035: Turning Vision into Action and Global Digitalization and Intelligence Index 2026
Huawei releases Intelligent World 2035: Turning Vision into Action and Global Digitalization and Intelligence Index 2026

Dalam laporan tersebut, David Wang, Deputy Chairman of the Board yang juga menjabat Rotating Chairman, Huawei, mengatakan, "Agentic AI merupakan salah satu faktor utama dalam transformasi ini. Agar AI dapat mengubah paradigma operasional, fondasi persaingan, dan dinamika industri, ada sejumlah tantangan utama yang perlu kita atasi. Arahnya sudah jelas, namun mewujudkan visi tersebut membutuhkan tindakan nyata. Itulah fokus laporan tahun ini, ‘Intelligent World 2035: Turning Vision into Action‘." Menurut Wang, laporan terbaru ini berangkat dari perubahan besar yang hadir berkat revolusi AI, mengkaji tantangan utama di balik perubahan tersebut, dan merumuskan rekomendasi yang dapat diterapkan guna membangun dunia berbasis agen AI. Salah satunya, melalui pembangunan infrastruktur cerdas yang dapat mengubah pengalaman pengguna dan paradigma operasional.

Menurut laporan tersebut, agentic AI mendorong pergeseran dari dunia digital yang berpusat pada aplikasi menuju dunia yang berpusat pada agen. Agen dapat terus memahami lingkungan, melakukan penalaran dan mengambil keputusan secara mandiri, menggunakan berbagai perangkat secara dinamis, serta berinteraksi dengan manusia secara real time. Setiap proses tersebut membutuhkan pembuatan token dalam jumlah besar dan aliran token berfrekuensi tinggi. Huawei memperkirakan, konsumsi token tahunan global akan meningkat 100.000 kali lipat pada 2035, sementara lalu lintas dari agen AI akan mencapai lebih dari 90%. Perubahan ini akan mendorong lonjakan kebutuhan infrastruktur komputasi, jaringan, dan komputasi awan (cloud) secara drastis, bahkan jauh melampaui kebutuhan aplikasi Internet biasa. Berdasarkan kondisi tersebut, laporan ini memaparkan 10 arah utama:

  1. Membangun AGI dengan kemampuan kognitif otonom dan kapabilitas umum untuk berbagai tugas: Peran AI semakin luas hingga merambah dunia fisik sehingga menjadi jalur penting menuju AGI. Hal ini membutuhkan kemajuan dalam kecerdasan bahasa, kecerdasan berwujud fisik (embodied intelligence), dan kecerdasan ilmiah.
  2. Meningkatkan skala klaster komputasi 100 kali lipat dan memangkas biaya tugas agen AI 1.000 kali lipat: Selain meningkatkan kemampuan komputasi pada level cip, industri harus beralih ke sistem komputasi SuperPoD yang menghasilkan token secara lebih efisien.
  3. Mengembangkan sistem penyimpanan data dan memori baru dengan akurasi kausal serta keterlacakan yang tepercaya agar data dapat beralih menjadi pengetahuan dan memori.
  4. Membangun infrastruktur konektivitas cerdas yang berpusat pada pengalaman dengan mengintegrasikan AI ke dalam sistem komunikasi.
  5. Tau Scaling Law: Mengeksplorasi metodologi dan perangkat desain cip untuk mengoptimalkan latensi dan efisiensi energi secara bersamaan. Pendekatan ini menggantikan geometric scaling dengan time scaling guna mendorong evolusi teknologi semikonduktor.
  6. Agent OS: Beralih dari pemanfaatan lingkungan menuju evolusi otonom dan membangun fondasi teknologi yang agent-native. Kapabilitasnya dirangkum dalam formula: (Koordinasi × Eksekusi × Memori × Konektivitas) ^ Evolusi.
  7. Merumuskan paradigma baru untuk perangkat cerdas yang dapat beradaptasi secara lancar dan tersedia di mana saja agar layanan cerdas hadir di berbagai perangkat dan skenario.
  8. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri dan tingkat keselamatan tertinggi pada kendaraan cerdas sehingga kendaraan dapat berevolusi menjadi agen berwujud fisik yang dapat bergerak (mobile embodied agents).
  9. Menembus batas daya dan termal untuk meningkatkan kapasitas komputasi AI di pusat data.
  10. Menjaga dunia cerdas melalui sistem keamanan dan perlindungan privasi bagi agen otonom.

Untuk menjawab berbagai tantangan pada era agentic AI, laporan tersebut menekankan pentingnya membangun infrastruktur cerdas yang berpusat pada token, mulai dari pembuatan, pengiriman, konsumsi, hingga pengamanan token. Langkah ini mencakup pembangunan SuperPoD dan ekosistem terbuka yang meningkatkan efisiensi produksi token, pengembangan infrastruktur konektivitas cerdas agar aliran token berlangsung tanpa hambatan, serta penerapan platform agentic-native cloud untuk mempercepat adopsi AI di berbagai industri. Pada akhirnya, pendekatan tersebut akan mengubah token menjadi layanan cerdas yang dapat dirasakan pengguna, serta menata kembali pengalaman pengguna dan paradigma operasional perusahaan.

Sebagai penutup laporan, Huawei mengusulkan lima inisiatif, yakni menerapkan pendekatan jangka panjang, menempatkan manusia sebagai pusat, mengedepankan prinsip teknologi untuk kebaikan, mempertahankan komitmen terhadap keterbukaan dan kolaborasi, serta menempuh pendekatan sistem. Kelima inisiatif ini dapat mengubah inovasi teknologi menjadi kemajuan nyata bagi industri.

Dalam acara yang sama, Huawei dan Institute of Economics at Tsinghua University juga merilis "Global Digitalization and Intelligence Index 2026". Laporan ini memaparkan sejumlah langkah yang dapat ditempuh berbagai negara dalam membangun intelligent economy. Dengan menghimpun pandangan para pakar dari bidang ekonomi, sosiologi, dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), laporan tersebut memperkirakan AI akan menghasilkan nilai ekonomi kumulatif lebih dari US$27 triliun dalam lima tahun ke depan. Investasi global di bidang infrastruktur digital dan cerdas juga diproyeksikan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) 19,14% dan melampaui US$4 triliun pada 2030. Peningkatan investasi tersebut akan menjadi fondasi bagi ekspansi intelligent economy selanjutnya.

Laporan tersebut merumuskan kembali faktor-faktor produksi utama dalam dunia digital dan cerdas menjadi data, talenta TIK, serta teknologi digital dan cerdas. Integrasi jaringan, komputasi, dan penyimpanan data juga menjadi fondasi penting di balik peningkatan industri. Laporan ini menilai perkembangan dunia digital dan cerdas di 90 negara dan membaginya ke dalam tiga tahap, yakni Builder, Adopter, dan Frontrunner. Klasifikasi tersebut memberikan jalur yang lebih jelas bagi pembuat kebijakan untuk membangun intelligent economy. Laporan juga menekankan bahwa tidak ada satu paradigma yang berlaku universal untuk era teknologi cerdas. Namun, penilaian kuantitatif dapat membantu setiap negara menentukan bidang yang perlu menjadi fokus dan menyusun jalur pembangunan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Dalam kata pengantar laporan "Intelligent World 2035: Turning Vision into Action", Wang mengatakan, "Visi tertuang melalui kata-kata, namun terwujud melalui tindakan. Huawei siap menggandeng pelanggan dan mitra di seluruh dunia untuk mengubah setiap langkah nyata yang kita ambil hari ini menjadi kemajuan menuju Intelligent World 2035."

Informasi selengkapnya: https://www.huawei.com/en/intelligent-world

Berita Terkait

Bukan Soal Dari Mana Memulai, Mahasiswa Horizon Education Buktikan Setiap Mimpi Layak Diperjuangkan
Amos International Candy Festival 2026 Hadirkan Inovasi Manis untuk Hidup yang Lebih Ceria dan Sehat
Tolak Eksploitasi Anak, RedDoorz Gandeng ECPAT dan Bergabung dengan The Code untuk Perkuat Perlindungan Anak
Axera dan Aptiv Hadirkan Teknologi Bantuan Pengemudi Berbasis M57 pada Mobil Buatan Tiongkok untuk Pasar Eropa
TMGM Semakin Gencar Dukung Pengembangan “Para Sport” di Vanuatu
Körber menghadirkan gudang otomatis berkapasitas tinggi bagi penyedia solusi manajemen informasi dan penyimpanan arsip terkemuka di Asia Tenggara
Generative AI Rambah Dunia Nyata: CATL dan Aramco Ventures Suntik Investasi ke DeepCtrls, Hadirkan AI di Dunia Fisik
NOVVA Group Akuisisi Portofolio Energi Terbarukan 3,17 GW dari ABO Energy di Argentina guna Mendukung Infrastruktur AI Global

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:21 WIB

Laporan Terbaru Huawei Paparkan 10 Arah Utama Menuju “Intelligent World 2035”

Kamis, 17 September 2026 - 07:57 WIB

Bukan Soal Dari Mana Memulai, Mahasiswa Horizon Education Buktikan Setiap Mimpi Layak Diperjuangkan

Kamis, 17 September 2026 - 07:14 WIB

Amos International Candy Festival 2026 Hadirkan Inovasi Manis untuk Hidup yang Lebih Ceria dan Sehat

Kamis, 17 September 2026 - 02:00 WIB

Tolak Eksploitasi Anak, RedDoorz Gandeng ECPAT dan Bergabung dengan The Code untuk Perkuat Perlindungan Anak

Rabu, 16 September 2026 - 23:49 WIB

Axera dan Aptiv Hadirkan Teknologi Bantuan Pengemudi Berbasis M57 pada Mobil Buatan Tiongkok untuk Pasar Eropa

Berita Terbaru