INFOBUMN.COM – Pihak Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) menyatakan kerugian akibat ambruknya dermaga pelabuhan feri Bastiong Ternate, Maluku Utara, yang ditabrak KMP Mutiara Pertiwi I milik PT ALP mencapai puluhan miliar rupiah.
“Kerugian dari ambruknya Dermaga 01 Pelabuhan Penyeberangan Ferry di Bastiong, Kota Ternate, diperkirakan capai puluhan miliar rupiah,” kata General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ternate, Justan Gafaru dihubungi, Kamis 11 Mei 2023.
Dia menyebut kerusakan pada Movable Bridge (MB) Dermaga 01 pelabuhan tersebut hampir 90 persen, seperti tiang pancang MB dan dolphin protector patah pada sisi kanan dan hancur.
Selain itu catwalk dolphin protector mengalami kerusakan dan jatuh ke laut.
Baca Juga:
Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Perkuat Akses Media Indonesia melalui 175 Portal Berita Nasional
Bank BUMN Kebanjiran Dana, Rosan: Momentum Dorong Velocity of Money 41%
Dari LPS ke Kemenkeu, Purbaya Yudhi Sadewa Siap Menjawab Tantangan Fiskal
Melihat kondisi itu, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban pihak PT. ALP yang merupakan pemilik kapal swasta tersebut.
Baca artikel menarik lainnya di sini: Sejumlah Pihak Dukung Maju Sebagai Calon Wapres di Pemilu 2024, Erick Thohir Angkat Bicara
“Tentunya ini merupakan sebuah musibah, akan tetapi pihak yang menabrak saya minta harus bertanggung jawab. Posisi kami sebagai pihak pemilik pelabuhan, pengelola pelabuhan yang menjadi korban,” katanya.
Diketahui pada Rabu 10 Mei 2023 kemarin KMP Mutiara Pertiwi I milik PT ALP menabrak BM Dermaga 01 Pelabuhan Penyeberangan Feri di Bastiong, Kota Ternate, diduga kapal hilang kendali.
Baca Juga:
APBN 2025 Defisit Rendah, Burden Sharing Jadi Jurus Baru Kemenkeu dan BI
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Nestle Copot CEO Laurent Freixe, Saham Jatuh 2,5 Persen di Swiss
Peristiwa sekitar pukul 15.48 WIT yang membuat geger warga dan calon penumpang sekitar pelabuhan itu tidak menelan korban jiwa.
Koorsatpel dan Pelabuhan Penyeberangan ASDP Bastiong Ternate Fachry A Radjiloen menyatakan kapal tersebut diduga hilang kendali saat mau sandar, lalu oleng ke arah utara dan menabrak sisi kanan tiang Beton BM Dermaga 02, akibatnya jembatan penghubung yang sebagian besar dari logam besi itu ambruk dan tercebur ke dalam laut dan di sisi kirinya masih bergelantungan.
Kronologisnya KMP Mutiara Pertiwi I dari posisi kapal berlabuh ingin melakukan sandar untuk melakukan pemuatan/pelayanan pada trip V lintas Bastiong – Sofifi pukul 15.48 WIT di dermaga 2.
Namun terjadi kesalahan pada saat manuver, kecepatan kapal tidak menurun dan kondisi arus cukup kencang hingga menabrak Dermaga 1. Saat ini belum ada konfirmasi dan berita acara dari nakhoda karena sedang evakuasi kapal dengan kapal tunda ke lokasi berlabuh.
Baca Juga:
Optimisme Airlangga: Pertumbuhan Dan Konsumsi Jadi Penopang Ekonomi
Gula Petani Terjamin, Danantara Siapkan Dana Rp1,5 Triliun untuk Penyerapan
Era Baru Komunikasi Digital Perusahaan Dengan Galeri Foto Pers
Berdasarkan keterangan pihak BPTD melalui satuan pelayanan yang berada di tempat kejadian ini murni kesalahan olah gerak awak kapal.
Saat ini pelayanan tetap dilakukan dengan menggunakan satu dermaga, pihak BPTD akan melaksanakan rekayasa jadwal demi kelancaran pelayanan penyeberangan dan kecelakaan ini akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai tata cara pemeriksaan kecelakaan kapal.***




















