INFOTELKO.COM – Prabowo Subianto, capres nomor urut 2, mengatakan bahwa dirinya siap untuk memberikan segala hal yang dimiliki.
Bukan hanya harta, ia juga siap untuk memberikan jiwanya kepada rakyat.
“Kita kalau dipanggil Yang Maha Kuasa, kita akan berangkat telanjang tidak bawa apa-apa.”
“Jangankan harta, jangankan uang, tangan saya, kaki saya, jiwa ambil untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo.
Baca Juga:
HunterLab luncurkan Vista® L2 dengan rentang pengukuran yang diperluas menjadi 710 nm
FLIN Rilis Layanan Mediasi Utang, Jadi Platform Credit Wellness Pertama di Indonesia
DJI Matrice 4E dan DJI Terra Petakan Lereng Es Khumbu di Gunung Everest Selama Musim Pendakian 2026
Prabowo menyampaikan hal itu saat acara ‘Silaturahmi Akbar Relawan Prabowo-Gibran’ di area Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu, 13 Januari 2024.
Lihat konten video lainnya, di sini: VIDEO: Mendapat Penilaian 11 dari 100 oleh Anies, Prabowo Subianto: Kalau dari Ente Mah, Emang Gue Pikirin?
Dalam kesempatan itu, ia juga sempat berinteraksi dengan salah seorang ibu-ibu.
Prabowo melontarkan pertanyaan terkait arti demokrasi sebagai sistem yang dianut di Indonesia.
Baca Juga:
TMGM Perkuat Kemitraan dengan Chelsea FC Lewat Tur Pramusim 2026 di Asia-Pasifik
Ruang Pamer Produk Pelapis Terbesar di Dunia — 3TREES Catat Guinness World Record
“Ibu tahu demokrasi?” tanya Prabowo.
“Demokrasi bebas pilihan,” jawab ibu tersebut yang bernama Rahma Sani yang berasal dari Tiban, Kepulauan Riau.
Prabowo pun kembali bertanya, arti dari demokrasi khususnya siapa yang berkuasa dalam sistem pemerintahan tersebut.
“Kita! Yang berkuasa itu rakyat,” jawab Rahma dengan lantang.
Prabowo pun membenarkan jawaban Rahma dan mengingatkan bahwa dalam demokrasi terdapat pesta rakyat yang dihelat setiap lima tahun yaitu pemilihan umum.
Ia pun mengajak seluruh pendukungnya untuk ikut mencoblos pada 14 Februari mendatang.
“Demokrasi artinya yang berkuasa itu rakyat. Kekuasaan saudara-saudara yang dilaksanakan adalah 5 tahun sekali,” ujarnya.
“Ingat lima tahun sekali di TPS, di dalam bilik suara, saudara-saudara punya kekuasaan di tanganmu.”
“Saudara-saudara akan menentukan masa depan Indonesia lima tahun ke depan,” tegas dia.***















