INFOTELKO.COM – Prabowo Subianto, capres nomor urut 2, mengatakan bahwa dirinya siap untuk memberikan segala hal yang dimiliki.
Bukan hanya harta, ia juga siap untuk memberikan jiwanya kepada rakyat.
“Kita kalau dipanggil Yang Maha Kuasa, kita akan berangkat telanjang tidak bawa apa-apa.”
“Jangankan harta, jangankan uang, tangan saya, kaki saya, jiwa ambil untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo.
Baca Juga:
Cara Mencari Top Up DANA Murah dengan Membandingkan Total Biaya
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Prabowo menyampaikan hal itu saat acara ‘Silaturahmi Akbar Relawan Prabowo-Gibran’ di area Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu, 13 Januari 2024.
Lihat konten video lainnya, di sini: VIDEO: Mendapat Penilaian 11 dari 100 oleh Anies, Prabowo Subianto: Kalau dari Ente Mah, Emang Gue Pikirin?
Dalam kesempatan itu, ia juga sempat berinteraksi dengan salah seorang ibu-ibu.
Prabowo melontarkan pertanyaan terkait arti demokrasi sebagai sistem yang dianut di Indonesia.
Baca Juga:
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
“Ibu tahu demokrasi?” tanya Prabowo.
“Demokrasi bebas pilihan,” jawab ibu tersebut yang bernama Rahma Sani yang berasal dari Tiban, Kepulauan Riau.
Prabowo pun kembali bertanya, arti dari demokrasi khususnya siapa yang berkuasa dalam sistem pemerintahan tersebut.
“Kita! Yang berkuasa itu rakyat,” jawab Rahma dengan lantang.
Baca Juga:
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Prabowo pun membenarkan jawaban Rahma dan mengingatkan bahwa dalam demokrasi terdapat pesta rakyat yang dihelat setiap lima tahun yaitu pemilihan umum.
Ia pun mengajak seluruh pendukungnya untuk ikut mencoblos pada 14 Februari mendatang.
“Demokrasi artinya yang berkuasa itu rakyat. Kekuasaan saudara-saudara yang dilaksanakan adalah 5 tahun sekali,” ujarnya.
“Ingat lima tahun sekali di TPS, di dalam bilik suara, saudara-saudara punya kekuasaan di tanganmu.”
“Saudara-saudara akan menentukan masa depan Indonesia lima tahun ke depan,” tegas dia.***















